PENGHAMPARAN CONCRETE

 284+325_1

 

284+305_2

 

284+505_1

 

Penghamparan Concrete (Concrete Spreading) adalah sebuah proses dimana suatu struktur konstruksi bangunan atau konstruksi jalan membutuhkan konstruksi yang bertahan lama yang dihamparkan dengan bantuan Truck Mixer dan Truck Concrete Pump (Pultmeizer).

Konstruksi jalan beton yang dilaksanakan terdiri atas dua bagian utama, yaitu Cement Treated Sub Base (CTSB) dengan persyaratan mutu K125 (non struktural) yang berfungsi sebagai lapisan leveling (perataan) dan untuk mencegah pumping action, sedangkan untuk Lapisan Atas (Plat Beton) digunakan beton dengan persyaratan mutu K350. Demi untuk menjaga konsistensi campuran, kemudahan kecepatan pelaksanaan, serta kebersihan pekerjaan dan terjaminnya mutu beton maka untuk baik CTSB maupun slab beton (lapis permukaan) digunakan beton ready mix.

Guna kelancaran pekerjaan penggelaran CTSB, seluruh lebar jalan ditutup (arus lalu-lintas dialihkan). Kemudian dilakukan penentuan/penyesuaian elevasi rencana ketinggian CTSB berdasarkan hasil pengukuran dan pematokan. Setelah itu, badan jalan dibasahi/disiram dengan air terlebih dahulu agar tidak terjadi penyerapan air semen dari CTSB yang akan digelar.

Lalu pemasangan bekisting melintang dengan ukuran selebar jalur lalu-lintas dilakukan serta memperhatikan panjang lahan pengecoran yang disesuaikan dengan kemampuan kerja per hari berdasarkan kapasitas truck mixer (truck m3 per hari). Ketebalan CTSB yang digelar tidak sama/merata (fungsinya hanya sebagai lapisan leveling) sebab kondisi jalan lama sudah rusak dan juga bentuk geometrinya tidak sesuai lagi seperti penampang ideal jalan yang seharusnya selain itu bentuk akhir atau bagian atas CTSB harus rata karena diperuntukkan sebagai landasan untuk meletakkan plat beton.

Setelah pengecoran CTSB selesai dikerjakan maka dilakukanlah proses curing dengan menebarkan karung goni yang dibasahi selama seminggu (tiga kali sehari disiram air) guna mencegah terjadinya retakan-retakan sebagai akibat proses pengerasan/pengeringan beton.

 

Persiapan di Plant/Base Camp:

  1. Penentuan ukuran plat beton: Lapis permukaan yang digunakan adalah plat (slab) beton dengan mutu K350.
  2. Pembuatan mal (bekisting): Bahannya dari Besi dengan model kotak empat persegi panjang berdasarkan ukuran pelat hanya saja ukuran ketebalan mal melintang dibuat miring mengikuti kemiringan melintang normal jalan, Sedangkan ukuran mal memanjang mengikuti ketinggian pada kedua ujung mal melintang.
  3. Penentuan ukuran dowel dan tie bar serta pembuatan alur (lidah sambungan): Bagian tengah mal sambungan melintang dilobangi sebagai tempat memasang dowel/ruji, pada ke dua sisi mal sambungan memanjang dibuat lobang sebagai tempat memasang tie bar dan pada kedua sisi mal memanjang dibuatkan lidah agar nantinya terjadi ikatan yang kuat antar slab pada sambungan memanjang.

 

284+325_10

 

284+305_16

 

284+505_6

 

Persiapan di Lapangan

Pemasangan mal kotak ini dilakukan di atas CTSB hanya pada satu sisi jalan saja sehingga bagian atau sisi lainnya dapat dilewati oleh kendaraan nanti setelah pengecoran selesai baru berpindah ke sisi lainnya sekaligus dapat dilewati oleh truck mixer sewaktu melakukan pengecoran.

Setelah pemasangan mal kotak selesai dilakukan, maka :

  1. Pemasangan/penggelaran plastik dengan maksud sebagai breaker di atas lapisan CTSB agar tidak terjadi perlekatan antara CTSB dan plat beton (pergerakan plat beton tidak boleh mempengaruhi CTSB, demikian pula sebaliknya). Plastik itu juga dilekatkan pada mal kotak slab dan secara rapat melekat pada CTSB.
  2. Pemasangan dowel (ruji) pada mal melintang dan tie bar (batang pengikat) pada mal memanjang dengan jalan memasukkan ke dalam lobang yang sudah tersedia pada dinding mal melintang slab dan dikontrol dengan teliti agar posisinya tetap tegak lurus terhadap bidang mal melintang sebelum pengecoran dilakukan. Demikian pula kedua sisi mal memanjang dipasangi tie bar dan dikontrol dengan teliti posisinya agar tetap tegak lurus terhadap bidang mal memanjang.
  3. Setelah mal, dowel dan tie bar, serta plastik berada dalam posisi yang benar maka pengecoran segera akan dilakukan.

 

Proses Pelaksanaan Pengecoran Slab Beton :

  • Beton ready mix yang berasal dari truck mixer dituang ke dalam kotak (mal) yang telah disiapkan lalu diratakan secara manual. Proses perataan dan pemadatan terjadi karena pada bagian ujung (dekat) mal, pemadatan dibantu dengan menggunakan vibrator beton.

 

  • Setelah slab beton selesai dipadatkan oleh vibrator maka pelat beton tersebut ditutupi dengan atap plastik untuk menghindari sinar matahari secara langsung yang dapat membuat beton mengering tidak secara alamiah juga untuk mencegah terjadinya retak rambut.

 

284+325_17

 

284+305_17

 

284+505_15

 

  • Pembuatan alur (grooving) dilakukan secara manual setelah beton dalam keadaan setengah mengeras ± 3 – 4 jam sesudah pengecoran. Pada hari kedua setelah pengecoran selesai, dilakukan proses curing dengan menggelar karung goni di atas plat beton dan disiram dengan air 3 kali sehari selama seminggu.

 

  • Pada hari ketiga setelah pengecoran maka mal (bekisting) samping dibuka dilanjutkan dengan pemasangan mal memanjang (samping) tanpa memasang mal melintang karena plat beton yang sudah dicor berfungsi sebagai mal melintang.

 

  • Setelah mal memanjang selesai dipasang dilanjutkan dengan menggelar/ memasang plastik di atas CTSB yang juga dilekatkan pada mal memanjang. Kemudian sebagai pemisah antara dua plat beton (yang sudah dicor dengan hendak dicor) dilekatkan gabus (styrofoam) dengan tebal 0,5 cm untuk membentuk deletasi (celah) untuk muai dan susut plat beton. Demikianlah sistem pengecoran tersebut dilakukan pada satu sisi jalan dengan lebar dan diselesaikan sesuai dengan panjang rencana jalan itu.

 

  • Setelah pengecoran pada sisi kiri selesai sesuai dengan panjang jalan rencana, pemasangan mal (bekesting) pada sisi kanan jalan tersebut dilakukan lagi. Hanya saja mal memanjang pada salah satu sisi sudah tidak diperlukan lagi karena sudah ada plat beton yang telah dicor. Pengecoran dilanjutkan dengan memakai sistem yang sama hanya pada sisi memanjang plat beton yang sudah dicor diletakkan di atasnya besi siku sebagai landasan dari ujung satu ke ujung lain dengan maksud agar tidak terjadi kerusakan pada permukaan plat beton yang sudah dicor.

 

284+325_19

 

284+305_18

 

284+505_18

 

  • Bila ditentukan sambungan dibentuk dengan penggergajian (saw joints), maka harus disediakan peralatan gergaji dalam jumlah dan kapasitas yang memadai untuk membentuk sambungan, Gergaji beton terdiri dari gergaji bermata intan dan berpendingin air atau dengan abrasive wheel sesuai ukuran yang ditentukan, dan paling sedikit satu gergaji selalu siap dioperasikan (standby) dengan cadangan pisau gergaji secukupnya, serta fasilitas penerangan untuk pekerjaan malam.

 

284+325_21

 

284+305_19

 

284+505_17

TAUFIQ RACHDINATA
PT. AYU SEPTA PERDANA Jl. Setia Budi (Jl. Cactus Raya Komplek TASBI 1) Ruko Setiabudi Square No. 29-30, Medan, Sumatera Utara 20122, Indonesia
Share
This

Post a comment